Kisah Imamatul Maisaroh TKI sukses asal Malang jadi staf CAST & anggota Dewan Perdagangan Manusia Barack Obama

Salah satu kunci suksesnya adalah belajar bahasa Inggris, terhitung sejak tahun 2012 TKI Imamatul Maisaroh tercatat sebagai staf organisasi nirlaba CAST (Coalition to Abolish Slavery & Trafficking).

Imamatul Maisaroh & Barack Obama
Kisah Imamatul Maisaroh hingga bisa mencapai apa yang diraihnya sekarang sungguh panjang dan berliku. "Imamatul nggak lulus SMA. Waktu itu baru kelas 1 di SMA Khoirudin, Gondanglegi, lalu ada yang minta (melamar, Red), ya akhirnya kami nikahkan," tutur Turiyo.
Namun, pernikahan tersebut hanya seumur jagung, Imamatul berpisah dengan suaminya. 

Karena tak memiliki pekerjaan, dia pun daftar untuk menjadi buruh migran. "Dia pengin ke Hongkong. Tapi, ada tawaran dari tetangga, katanya ada yang butuh pembantu di Amerika," jelas Turiyo.
Akhirnya tawaran bekerja di Negeri Paman Sam itulah yang dia pilih ketimbang rencana semula ke Hongkong. Turiyo mengenang, saat itu dirinya harus menebus Imamatul Maisaroh Rp 600 ribu dari perusahaan penyalur tenaga kerja tempat Imamatul mendapat pelatihan.

Akhirnya, pada tahun 1997, Imamatul Maisaroh yang saat itu berusia 17 tahun pun bertolak ke Amerika Serikat. Bermodal tekat yang kuat untuk membantu perekonomian keluarga, Imamatul menerima tawaran bekerja sebagai pramuwisma seorang pengusaha interior  desainer asal Indonesia yang bermukim di Los Angeles.

Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak. Begitu mendarat di bandara, paspor Imamatul Maisaroh ditahan majikannya. Selama tiga tahun, Imamatul harus bekerja lebih dari 12 jam. Hampir setiap hari Imamatul menjalani siksaan dan pukulan dari si majikan.

Untuk kesalahan kecil yang dibuatnya, Imamatul Maisaroh harus menerima pukulan dan tamparan berkali-kali. Dia bingung bagaimana mengadu karena waktu itu dia tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali.

Setelah tiga tahun mendapat perlakuan buruk, Imamatul Maisaroh tidak tahan lagi. Pada tahun 2000, perempuan lulusan MTs Miftahul Ulum itu nekat menyisipkan sebuah notes kecil berisi permintaan tolong kepada seorang penjaga bayi tetangganya. Tetangga itulah yang menolong Imamatul melarikan diri dari rumah majikannya dan mengantarkannya ke kantor CAST.

"Dia hanya cerita kabur ditolong tetangganya. Lalu disekolahkan dan diberi kerja kantoran," tutur Turiyo.

Di AS, setelah beberapa bulan tinggal di rumah penampungan kaum gelandangan dan belajar bahasa Inggris, Imamatul Maisaroh pun akhirnya bisa tinggal di rumah layak dan bekerja di CAST. Kinerja dan komitmennya membantu dan memberantas perbudakkan pun membuat karirnya cemerlang.

Karirnya sebagai aktivis makin menanjak dan berhasil diundang ke berbagai pertemuan tingkat tinggi di Washington DC . Imamatul Maisaroh pun berkesempatan bertemu dengan para pejabat tinggi seperti Menteri Luar Negeri John Kerry, bahkan Obama.
"Dia memang cerita, sering ke negara-negara lain," terang Turiyo.

Saat ini Imamatul Maisaroh tinggal di Amerika bersama tiga anaknya, yakni Aisyah Feres, Leonardo dan Ivana. Dua anaknya merupakan buah pernikahan dengan pria asal Meksiko. Sedangkan yang bungsu merupakan buah perkawinan ketiga Imamatul dengan pria asal Bandung.

Sejak kecil, kenang Alimah, Imamatul Maisaroh memang terbiasa bekerja keras. Dia juga dikenal santun, penurut, cerdas dan tanggap membantu orang tua. Setiap dimintai oleh bapak atau ibunya, Imamatul tak pernah membantah.
Mulai menyelesaikan pekerjaan rumah hingga membantu orang tuanya di ladang.
"Anaknya juga cerdas, selalu ranking. Ngajinya juga tekun, bahkan khatam Alquran sejak belum lulus SD," kenang Alimah.
Hingga saat ini, Imamatul pun tak henti mengirimkan uang kepada orang tuanya. Misalkan untuk pembangunan rumah dan lain-lain.
"Kalau kami minta, pasti langsung dikirimi," terang perempuan 50 tahun itu.

Tercatat 40 ribu sampai 45 ribu orang menjadi korban perdagangan manusia di AS. Bersama tiga anggota Dewan Penasehat Presiden, Imamatul dipercaya menangani dua di antara lima masalah utama. Yakni, soal pendanaan dan sosialisasi para korban perdagangan manusia.

Tapi, kalau ada satu orang yang sangat ingin ditemuinya di kovensi, itu adalah Hillary Clinton.
"Saya belum pernah ketemu dia. Dia satu-satunya pejabat tinggi AS yang punya program membantu para korban perbudakkan dan perdagangan manusia dengan menyumbang dana lewat Clinton Foundation," kata Imamatul Maisaroh.

Turiyo & Alimah, Ortu Imamatul Maisaroh
Turiyo dan Alimah mungkin tak tahu siapa perempuan yang ingin ditemui putri mereka itu. Atau, apa peran pentingnya bagi AS dan Imamatul. Tapi, yang pasti, mereka bangga sekali karena, dengan segala pencapaiannya saat ini, Imamatul tak pernah menyombongkan diri.

Kepada orang tuanya, Imamatul Maisaroh hanya pernah sedikit menceritakan bahwa menolang TKI yang kesusahan seperti dirinya dulu merupakan bagian dari pekerjaannya. Karena itu pula, Imamatul menolak halus saat Turiyo dan Alimah memintanya pulang kampung. Sebab dia mengaku belum tahu akan bekerja apa di kampung.

"Tapi, kami sudah rida sekarang karena kami tahu dia bekerja untuk membantu banyak orang di sana" kata Alimah.

Di konvensi, Imamatul Maisaroh akan bicara tentang pengalaman pahitnya sebagai korban perbudakan manusia. Dikenal cerdas sejak kecil, dia tak pernah alpa mengirim uang untuk orang tua yang tinggal di sebuah desa di Malang.

Imamatul Maisaroh, ayahnya bernama Turiyo(54th), ibunya bernama Alimah, anak sulung dari 3 bersaudara, lahir 20 Maret 1980, yang waktu kecilnya tinggal di dusun dan desa Kanigoro, kecamatan Pagelaran, Kabupaten malang, dijadwalkan berbicara di konvensi nasional Partai Demokrat di Wellls Fargo Center, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Per Desember 2015, Imamatul Maisaroh bersama 10 orang lainnya juga ditunjuk sebagai anggota Dewan Perdagangan Manusia Presiden Barrack Obama.

Sumber berita dan gambar:
koran Jawa Pos terbitan hari Selasa, tanggal 26 Juli 2016, halaman paling depan yang berjudul Imamatul Maisaroh, dari Pelosok Malang ke Konvensi Demokrat di AS. Kami Rida karena Dia Kerja untuk Bantu Banyak Orang dan halaman 15 yang berjudul Ima Punya Bakat Alami untuk Memimpin.

0 komentar:


CIMB Niaga, 7603 6767 7300, Arsis W | axxxxske-stsuxxxxxxxxx*#*$
OCBC NISP, 634130601924, C G Widi | suxxkamb
BRI, 6440-01-001908-53-8, St S | 94jy0CWep1

 
© Solo On Line ~ All Rights Reserved
Terima kasih atas kunjungannya
Cara Daftar FBS